welcome to orb
LENS FOR LYFE
  • 32 FOLLOWERS
  • 69 FOLLOWING
  • MEMBER OF 1 CLUBS
$0 REVENUE ON ORB
Posts

0 Reactions0 Replies & Quotes

glens

0 Reactions0 Replies & Quotes

0 Reactions0 Replies & Quotes

# Ratapan dari Balik Kerudung Abu-AbuDi desa terpencil bernama Greyhollow, orang-orang tua sering memperingatkan anak-anak tentang Suster Liora, seorang biarawati yang dahulu dikenal karena kebaikan dan kesuciannya. Namun, malam besar kebakaran biara mengubah segalanya.Api hebat melahap bangunan tua itu, dan para warga hanya menemukan abu—tanpa tanda tubuh Suster Liora. Sejak hari itu, desa mulai dihantui suara perempuan merintih di tengah kabut, seolah memanggil seseorang yang hilang.Dikisahkan bahwa pada malam tertentu, ketika kabut turun sangat tebal, ia dapat terlihat:
Sosok dengan kerudung kusam, wajah pucat yang meleleh seperti lilin terlalu lama dekat api, dan mata kelam yang seolah menatap dari dua dunia berbeda. Mulutnya terbuka lebar, bergetar dalam jeritan tanpa suara, seakan terus mengulang momen terakhirnya di tengah kobaran api.Penduduk percaya bahwa roh Suster Liora tidak benar-benar jahat—ia hanya terperangkap, mengutuk dirinya sendiri karena gagal menyelamatkan anak-anak yatim yang tinggal di biara. Setiap kali ia muncul, udara menjadi panas, seperti napas api masih mengikutinya. Beberapa orang yang pernah menatap langsung sosok itu mengatakan bahwa mereka merasakan rasa bersalah yang sangat berat menghantam dada, seperti beban ratusan jiwa.Suatu malam, seorang pengembara asing yang tidak mengetahui legenda itu memilih melewati Greyhollow. Saat kabut naik, ia mendengar suara serak memanggil namanya. Bukan suaranya, tentu—tapi suara dari pikirannya sendiri. Ketika ia menoleh, makhluk itu berdiri di ujung jalan, wajahnya hancur dan bergetar, matanya dipenuhi luka masa lalu yang tak pernah sembuh.Pengembara itu tak pernah ditemukan lagi, tapi gulungan catatannya tersisa. Di halaman terakhir tertulis:“Dia tidak menjerit karena ingin menakutiku. Dia menjerit karena berharap ada yang akhirnya mendengar.”

0 Reactions0 Replies & Quotes

glens guys

0 Reactions0 Replies & Quotes

# Sang Penjaga yang Tersedak Waktu![](https://api.grove.storage/25532181f2bd3587d3f8c0b2a29227d453950b490b63f5bfc4a132c0d4e6a80e)Di sebuah biara tua yang terkubur oleh pasir dan legenda, terdapat sebuah patung yang tidak pernah disebut dalam kitab mana pun. Patung itu dikenal hanya oleh para penjaga malam yang diwariskan tugas secara turun-temurun—namanya Sang Penjaga yang Tersedak Waktu.Patung itu menggambarkan sosok berkerudung pucat, wajahnya seperti pernah menjadi manusia namun terkikis oleh sesuatu yang tak dapat dijelaskan. Dari mulutnya mengalir tekstur mirip akar dan darah beku, seolah ia sedang memuntahkan sesuatu yang bukan berasal dari dunia ini. Matanya tertutup rapat, bukan seperti orang yang tertidur, melainkan seperti seseorang yang sudah terlalu lama melihat sesuatu sehingga memilih untuk menutup pandangannya selamanya.Konon, ratusan tahun lalu, biara itu menjadi tempat para penjaga waktu—sekelompok biarawan yang mempelajari aliran waktu dan menjaga batas antara dunia manusia dan “arus gelap" yang mengalir di balik kenyataan. Salah satu dari mereka, seorang biarawan bernama Eristel, terlalu jauh menyelam ke dalam misteri itu. Ia ingin mengetahui bagaimana waktu berhenti, bagaimana takdir bisa ditulis ulang.Tetapi ketika ia mencoba membuka gerbang arus gelap, sesuatu keluar. Bukan makhluk, bukan bayangan—melainkan waktu yang busuk, waktu yang tidak seharusnya ada. Arus itu masuk ke dalam dirinya, merusak tubuhnya dari dalam, memuntahkan masa lalu, masa depan, dan kemungkinan dosa yang tak pernah terjadi.Untuk menghentikan bencana, para biarawan lain mengurung Eristel di pusat biara dan mengubah tubuhnya menjadi patung penjaga. Ia tidak mati—ia dibekukan, dipaksa menahan arus gelap itu agar tidak menyebar ke dunia.Sejak saat itu, mulut Eristel terus mengeluarkan “aliran merah”—sisa-sisa waktu yang ia cerna, racun takdir yang terus ia tahan. Siapa pun yang melihat aliran itu langsung merasakan deja vu tanpa sebab, mimpi buruk tentang masa depan yang tidak pernah benar-benar terjadi, atau perasaan bahwa dunia akan retak kapan pun.Hingga hari ini, legenda mengatakan:
Siapa pun yang menatap patung itu terlalu lama akan mendengar bisikan dari masa depan mereka sendiri—bukan masa depan yang pasti terjadi, tapi masa depan paling gelap yang mungkin terjadi—seolah Eristel mencoba memperingatkan, atau justru mengundang.Dan bila bisikan itu terdengar tiga kali berturut-turut, patung itu akan sedikit membuka matanya.Karena waktu yang ia tahan… akhirnya mulai bocor kembali.

0 Reactions0 Replies & Quotes

0 Reactions0 Replies & Quotes

glens

0 Reactions0 Replies & Quotes

0 Reactions0 Replies & Quotes

# Suster Malika![](https://api.grove.storage/49be8e2882d6057e94aea44b5bf4cd9dec9e4ddab70c9aeb8e67c66ad169880c)Dalam biara tua di lembah Sunyi, para suster sering membisikkan satu nama yang tak boleh disebut keras-keras: Suster Malika. Ia pernah menjadi penjaga utama perpustakaan suci—ruang yang menyimpan kitab-kitab kuno yang bahkan para tetua enggan menyentuhnya. Malika dikenal lembut, taat, dan selalu tersenyum… sampai malam ketika lonceng doa tak pernah berbunyi lagi.Pada malam itu, hujan turun seperti cambuk. Kilat menerangi lorong batu, dan dari ruang perpustakaan terdengar suara yang tidak pernah terdengar sebelumnya—ratapan panjang, seperti seseorang sedang berusaha menahan jeritannya sendiri.Ketika para suster masuk, mereka menemukan Malika berdiri di tengah ruangan. Ia memegang sebuah kitab tebal berdebu, terbuka pada halaman yang ditulis dengan tinta merah gelap. Wajahnya seperti sedang berubah… bukan karena luka fisik, tetapi seakan kulit dan dagingnya merespons sesuatu yang tak dapat dilihat orang lain. Mulutnya terbuka, berusaha mengeluarkan teriakan, namun hanya bisikan kasar yang muncul, seolah ada sesuatu yang menghisap suaranya dari dalam.Sejak malam itu, Malika menghilang. Yang tersisa hanyalah gambaran samar tentang sosoknya—seorang wanita berjubah putih, wajahnya meleleh seperti lilin yang diseret api, selalu seolah sedang berteriak tanpa suara.Penduduk lembah mengaku pernah melihat sosok itu pada malam-malam tertentu, terutama ketika angin membawa aroma kertas lama dan debu. Mereka mengatakan bahwa Malika tidak jahat. Ia hanya terjebak, tersesat di antara dunia dan kata-kata terkutuk yang membawanya ke sana.Beberapa percaya ia masih mencoba memperingatkan siapa pun yang berani membuka kitab itu lagi.Yang lain berbisik… bahwa ia sebenarnya sedang meminta tolong.

0 Reactions0 Replies & Quotes